Ditjen PAUD-DIKMAS

KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN

Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini
dan Pendidikan Masyarakat

Mendikbud: Literasi Tingkatkan Martabat Bangsa

Mendikbud: Literasi Tingkatkan Martabat Bangsa
Mendikbud, Muhadjir Effendy

08 September 2018 22:30:15

Deli Serdang, PAUD dan Dikmas - Budaya literasi merupakan bekal generasi muda Indonesia untuk menghadapi persaingan global. Bahkan tingkat literasi suatu bangsa berkorelasi positif dengan kualitas hidup dan kemajuan suatu bangsa. Karenanya kementerian Pendidikan dan Kebudayaan terus berupaya untuk meningkatkan minat baca dan mengurangi buta aksara yang tinggal 2.07 persen.

Demikian disampaikan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy dalam sambutan acara puncak Hari Aksara Internasional (HAI) 2018 yang dipusatkan di alun alun Kabupaten Deli Serdang,Provinsi Sumatera Utara, Sabtu (8/9).

“Literasi bukan hanya kegiatan di sekolah saja. Tetapi menjadi suatu gerakan masyarakat. Karena peningkatan kemampuan literasi itu berkolerasi dengan kesejahteraan masyarakat,” papar Muhadjir di depan undangan dan pegiat literasi seluruh Indonesia.

Menurut Muhadjir,6 enam literasi dasar yang harus dikuasai oleh setiap orang dewasa, yakni: 1) baca tulis, 2) numerasi, 3) sains, 4) digital, 5) finansial, serta 6) budaya dan kewargaan.

”Literasi dan Pengembangan Keterampilan menunjukkan bahwa keaksaraan bukan hanya sekadar prioritas pada aspek baca, tulis, hitung (calistung), tetapi juga pentingnya pengembangan keterampilan sebagai investasi yang sangat penting bagi masa depan dan kemajuan bangsa yang bermartabat,” ujar Mendikbud.

“Kemampuan 6 literasi terus kita kembangkan dan terapkan dalam pendidikan di sekolah dan pendidikan nonformal. Sebagai bagian dari revolusi mental dan pengembangan literasi budaya. Tarian itu pun menjadi bahian dari budaya lokal yang harus dikenalkan kepada anak didik kita,” papar Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy.

Pada puncak peringatan HAI ke-53, Mendikbud tidak hanya memberikan penghargaan kepada daerah yang telah berhasil dalam penuntasan buta huruf, tetapi juga memberikan penghargaan kepada 10 pegiat aksara, 22 tokoh adat pendukung pendidikan keaksaraan dasar pada Komunitas Adat Terpencil/Khusus (KAT), 6 pegiat perempuan bidang pendidikan kesetaraan, 3 peserta didik Pendidikan Keaksaraan Dasar, 3 peserta didik Pendidikan Keaksaraan Usaha Mandiri.

Selanjutnya pengharaan juga diberikan kepada lembaga pendidikan non formal dan informal, yakni 3 lembaga Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM), 3 lembaga Sanggar Kegiatan Belajar (SKB), dan 10 Taman Baca Masyarakat (TBM) Kreatif-Rekreatif. “Saya ucapkan selamat dan penghargaan kepada para pemerintah daerah, pegiat keaksaraan, peserta didik keaksaraan, Taman Bacaan Masyarakat, Sanggar Kegiatan Belajar, Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat, dan Pegiat Perempuan yang memperoleh penghargaan tahun ini, atas prestasinya dalam mendukung dan menuntaskan buta aksara,” ungkap Mendikbud kepada anggota masyarakat yang telah membantu pemerintah dalam usaha penuntasan buta huruf.(**)

Semua Berita