Ditjen PAUD-DIKMAS

KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN

Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini
dan Pendidikan Masyarakat

Tari Adat Sambut Mendikbud dalam Acara Puncak Peringatan HAI 2018

Tari Adat Sambut Mendikbud dalam Acara Puncak Peringatan HAI 2018
Tarian Adat Deli Serdang

08 September 2018 22:24:38

Deli Serdang, PAUD dan Dikmas - puncak Hari Aksara Internasional (HAI) 2018 dibuka dengan tarian adat khas Melayu Deli Serdang. Tarian persembahan sebagai tarian sambutan kepada tamu kehormatan,menjadi tarian pertama menyambut Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy, yang didampingi Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi,Bupati Deli Serdang Ashari Tambunan, dan Direktur Jenderal PAUD dan Dikmas Harris Iskandar.

Selanjutnya,menjelang acara pembukaan HAI 2018 yang digelar di alun alun Pemkab Deli Serdang. Tamu kehormatan disuguhkan tari makan sirih (tari persembahan). Salah satu penari membawa kotak yang berisi sirih. Sirih dalam kotak tersebut kemudian dibuka dan tamu yang dianggap agung diberi kesempatan pertama untuk mengambilnya sebagai bentuk penghormatan, kemudian diikuti oleh tamu yang lain. Karenanya, banyak orang yang menyebut tari persembahan Riau dengan sebutan tari sekapur sirih.

“Bagi masyarakat Melayu Deli, sirih bukan hanya sekedar benda. Sirih juga menjadi media perekat dalam pergaulan. Adanya tari penyambutan untuk tamu menunjukkan bahwa, orang Melayu sangat menghargai hubungan persahabatan dan kekerabatan. Dan menghormati tamu,“ungkap Bupati Deli Serdang Ashari Tambunan saat sambutan acar HAI 2018 tingkat nasional yang digelar di alun alun Pemkab Deli Serdang,Sabtu (8/9).

Menutup acara undangan dan peserta HAI perwakilan dari berbagai daerah provinsi seluruh Indonesia ini disuguhkan tari Mekarsi Dalu Dendang. Tarian yang sengaja diciptakan dalam rangka HAI 2018, hasil kreasi Sri Dewi Kesuma Ning Ayu,seorang penilik pendidikan kabupaten Deli Serdang dan didukung pegiat budaya Kabupaten Deli Serdang, dengan aransemen Hendrik Parangin angin.

“Tarian ini menunjukkan keberagaman masyarakat Kabupaten Deli. Bersumber dari etnis Melayu,Karo, Simalungun yang bersinergi dengan etnis yang ada di Kabupaten Deli Serdang dan etnis pendatang Jawa,Minang,Sunda,Cina Kalimantan dan lainnya. Diramu dalam rentak rampak bersatu dalam kebhinekaan seperti moto Deli Serdang yakni Bhinneka Perkasa Jaya,“ pungkas Bupati Ashari.(*)

Semua Berita